Tekan Inflasi, Pemprov Gorontalo Bakal Gelar Pasar Murah
Tekan Inflasi, Pemprov Gorontalo Bakal Gelar Pasar Murah
Kota Gorontalo, InfoPublik — Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi UKM (Kumperindag) menyampaikan hasil analisa, dan langkah antisipasi terkait dinamika harga bahan pokok, terutama untuk komoditas beras, telur ayam, dan daging ayam ras.
"Berdasarkan pemantauan dan analisa lapangan, kenaikan harga bahan pokok disebabkan oleh beberapa faktor," kata Kepala Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakara, Minggu (26/7/2027).
Fayzal mengatakan, sejumlah faktor penyebab kenaikan harga, antara lain meningkatnya permintaan masyarakat terhadap beras, telur ayam, dan daging ayam ras, sejalan dengan kembali aktifnya kegiatan belajar-mengajar di sekolah serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, peningkatan permintaan juga dipengaruhi oleh tingginya aktivitas masyarakat dalam menyambut bulan Safar, yang identik dengan pelaksanaan hajatan pernikahan dan kegiatan syukuran.
Peningkatan permintaan tersebut belum diimbangi dengan peningkatan pasokan dan ketersediaan barang di pasar rakyat, sehingga berdampak pada kenaikan harga. Kenaikan harga pakan ternak turut memengaruhi kenaikan harga daging ayam dan telur ayam.
"Kecenderungan masyarakat Gorontalo yang lebih memilih konsumsi beras kualitas medium dan premium dibandingkan beras program Bulog," ujar Fayzal.
Menurut Fayzal, dampak kenaikan harga juga mulai meluas pada komoditas sayuran seperti kol dan wortel, sebagai akibat dari musim kemarau panjang yang masih berlangsung serta belum tuntasnya persoalan antrean BBM jenis solar yang berdampak pada distribusi barang.
Pemerintah mengantisipasi potensi keterbatasan pasokan pada komoditas lain seperti cabai dan tomat, sebagaimana terindikasi dari tren kenaikan harga yang mulai terjadi pada kedua komoditas tersebut.
Fayzal mengungkapkan, langkah antisipasi pemerintah, yaitu dengan melaksanakan kajian dan koordinasi bersama lintas sektor dan instansi teknis terkait, khususnya yang memiliki kewenangan pada sisi hulu produksi serta pasokan dan distribusi, guna merumuskan rekomendasi kebijakan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang secara terpadu.
Sebagai langkah jangka pendek, Dinas Kumperindag akan melaksanakan Pasar Murah Bersubsidi di wilayah kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo, dengan target pelaksanaan sebanyak kurang lebih 20 kali hingga Desember 2026, guna menjaga daya beli masyarakat.
"Program ini akan memberikan subsidi harga sebesar 60-70% dari harga jual untuk komoditas: beras, minyak goreng, telur ayam, gula pasir, cabai rawit, bawang merah, dan daging ayam," ujar Fayzal.
Ia mengimbau, masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam berbelanja, serta akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap perkembangan harga bahan pokok di lapangan. (mcgorontaloprov/inez)